TAHAPAN BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS 📝

Oleh Diena Ulfaty, owner abaca flashcard.

📖 Tahapannya anak sudah siap belajar membaca dan bisa membaca baru diajari menulis ya. Bukan dibalik. Karena menulis itu lebih kompleks dibanding membaca.

📝 Dalam menulis ada proses visualisasi dan gerakan motorik. Ada 2 komponen yg terkait.

1. Kognitif (kemampuan membaca dan memvisualisasi bacaan ke dalam bentuk simbol tertulis) dan
2. Motorik (menggerakkan bulpen/pensil di atas kertas sesuai instruksi otak (visualisasi otak ttg huruf yg akan ditulis).

Jadi sebagian anak ada yg ketika lulus abaca, dia mudah sekali memahami pola kartu abaca dan mudah mengidentifikasinya sehingga dia sudah otomatis bisa menuliskan suku kata spt a, ca, fa, ga, dll. Tapi ini kasus khusus untuk anak-anak yg tergolong early fluent reader. Artinya tidak berlaku pada semua anak, hanya sebagian kecil.

Lalu rata-rata anak bagaimana? Ciri apa yg ditunjukkan kalau seorang anak siap belajar menulis?

1. Anak-anak yg siap belajar menulis umumnya sering terpapar teks dan sudah bisa membaca kata sederhana.

2. Anak sering bertanya kepada pembimbingnya tentang cara menulis suku kata. Contoh, "Bunda bagaimana cara menulis ba, a dulu atau b dulu?" Di tahap ini anak-anak suka menulis suku kata meskipun sebagian tulisannya terbalik dan salah urutan. Tidak apa-apa memang seperti itulah prosesnya.

3. Anak-anak menunjukkan minat yg tinggi dengan aktivitas menulis huruf. Dia corat coret di kertas dan mulai berlatih menulis banyak huruf.

4. Antusias dengan latihan menulis. Siang malam, dan esok hari dia sering bertanya tentang tulisan huruf. Tiba-tiba kegiatan menulis huruf menjadi aktivitas favorit.

Jadi TANDA INI MUNCUL SECARA ALAMI setelah anak bisa membaca dan sering terpapar teks. Itulah sebabnya stimulus itu penting sebab anak-anak tanpa stimulus, ketika dia sudah siap, tidak akan terdeteksi sehingga menguasai ketrampilan tersebut dengan lebih lambat.

📝 Diena Ulfaty (Owner Abaca Flashcard )
Diambil dari kelas pembinaan Laskar Abaca (grup WhatsApp).